Diperkirakan Thifan masuk ke Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).
Berbagai manfaat Thifan bisa diperoleh, antara lain:
- Peningkatan kekuatan fisik bahkan tamid mengaku ketika sedang flu berlatih Thifan membuatnya lekas sembuh. Beladiri ini membantunnya membuang racun dan mikroorganisme yang mengganggu tubuh lewat pembuangan keringat.
- Pelatihan untuk pernafasan, ini merupakan cara terbaik untuk melatih pernafasan dan menjaga organ pernafasan hingga ke paru-paru. Anda belajar mengelola proses mengambil udara dan membuangnya.
- Pengembangan koordinasi saraf dan alat gerak serta menjaga kesimbangan tubuh melalui gerakan-gerakan yang melibatkan kolaborasi otak, sistem saraf dan organ lain. Secara otomatis juga membantu meningkatkan refleks.
- Penenangan pikiran, menjernihkan mental, sebagai efek dari konsentrasi tinggi.
Maka, beladiri Thifan mengajarkan lebih banyak hal lagi. Selain sisi agama, budaya, juga fisik dan mental.